Home Jabar Ketua BP Perda DPRD Jabar usulkan Revisi Perda No. 2/2010

Ketua BP Perda DPRD Jabar usulkan Revisi Perda No. 2/2010

by Admin

Bandung, Sebelas12 – Provinsi Jawa Barat termasuk daerah rawan bencana, baik itu tanah longsor, banjir, gempa bumi dan lain-lain. Setiap terjadi musibah gempa di daerah lain, warga selalu diingitkan dengan ancaman gempa di Jawa Barat, yang menjadi salah satu daerah dengan potensi gempa cukup tinggi.

Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Jawa Barat sudah menerbitkan peraturan daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2010 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) DPRD Provinsi Jawa Barat, Habib Syarief Muhammad Alaydrus menyebutkan, selain menjadi daerah dengan potensi bencana yang tinggi, Jawa Barat pun menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Sehingga, jika terjadi sebuah bencana selalu dibarengi dengan jumlah korban yang tidak sedikit.

“Kalau kita coba kaji lebih jauh, nampaknya Perda yang berkaitan dengan penanggulangan bencana, beberapa poin perlu direvisi,” katanya kepada wartawan di Bandung , Selasa (2/10/2018).

Dijelaskannya, yang pertama disana belum tercantum secara khusus daerah-daerah, kedua belum melibatkan semua pihak, belum ada klausul-klausul yang melibatkan semua pihak. Kemudian yang ketiga masih rendahnya pemerintah-pemerintah kabupaten/kota.

“Belum semua kota/kabupaten memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satu kota yang belum memiliki BPBD adalah kota Bandung,” kata Habib, yang juga sebagai Ketua Yayasan Assalam Bandung ini.

Oleh karena itu menurut Habib, perlu ada revisi Perda Penanggulangan Bencana tersebut agar semua kota/kabupaten memiliki BPBD.

“Hal ini harus menjadi sebuah keprihatinan bagi kita semua, jangan sampai tejadi bencana, baru kita ramai,” tutupnya. (*Red)

Related Posts

Leave a Comment