FIB Unpad dan BIYA Project Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Daur Ulang Plastik di Desa Cijambu Sumedang

FIB Unpad dan BIYA Project Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Daur Ulang Plastik di Desa Cijambu Sumedang

Sumedang, sebelas12.com – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) bersama BIYA Project mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat melalui lokakarya daur ulang limbah plastik di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Unpad Berdampak yang mengajak warga mengubah sampah kantong plastik menjadi produk bernilai ekonomi.

Mengusung tema “Dari Sampah Menjadi Berkah: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat”, kegiatan tersebut diikuti oleh 30 anggota PKK Desa Cijambu. Para peserta mendapatkan pelatihan mulai dari pengelolaan sampah, teknik daur ulang plastik, hingga pembuatan produk kreatif seperti tas, pot tanaman, dan berbagai aksesori.

Ketua PPM Unpad, Dr. Lina Meilinawati Rahayu, M.Hum., mengatakan kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif.

“Kami berkolaborasi dengan BIYA Project untuk membantu ibu-ibu mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus estetis. Produk-produk BIYA Project telah dipasarkan dan memiliki nilai jual yang baik. Kami berharap peserta juga mampu mengembangkan produk hasil kreativitas mereka menjadi sumber pendapatan baru,” ujar Lina.

Tim pengabdian ini melibatkan sejumlah dosen FIB Unpad, yakni Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., Tisna Prabasmoro, M.Si., Ph.D., Dr. Muhamad Adji, M.Hum., Gilang Januarsyah, M.Hum., dan Ananda Bintang Purwaramdhona, M.Hum. Pelaksanaan kegiatan turut didukung BIYA Project yang digawangi Dr. Keni Kurniasari Soeriaatmadja, S.Sn., M.Ant., Agni Ekayanti, dan Hasna Febria.

Kepala Desa Apresiasi Program Pengabdian FIB Unpad

Lokakarya dibuka oleh Kepala Desa Cijambu, Syamsi Suparman, A.Ma., yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pengabdian di wilayahnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai cara mengolah sampah plastik menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus memiliki nilai jual.

“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, agar mengetahui cara mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna,” ujarnya.

Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.

BIYA Project Kenalkan Inovasi Daur Ulang Kantong Plastik

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan mengolah kantong plastik bekas menjadi lembaran material baru yang dapat dibentuk menjadi berbagai produk kreatif.

Prosesnya dimulai dengan memilah dan memotong kantong plastik sesuai desain yang diinginkan. Potongan tersebut kemudian disusun menjadi motif dekoratif, dilapisi kertas pelindung, lalu dipanaskan menggunakan setrika hingga menyatu menjadi material yang lebih kuat.

Pendiri BIYA Project, Dr. Keni Kurniasari Soeriaatmadja, menjelaskan bahwa gerakan tersebut lahir saat pandemi Covid-19 sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya limbah plastik rumah tangga.

“Saya melihat banyak kantong plastik yang langsung dibuang padahal masih bisa dimanfaatkan. Dari situ kami mulai membuat berbagai produk agar plastik memiliki masa pakai yang lebih panjang,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, sampah plastik yang bercampur dengan sampah organik akan lebih sulit didaur ulang, sementara penumpukan sampah organik dapat menghasilkan gas metana yang berdampak terhadap lingkungan.

Peserta Antusias, Diharapkan Lahir Usaha Berbasis Lingkungan

Lokakarya berlangsung interaktif dengan peserta saling bertukar ide dan mencoba berbagai kombinasi warna dari kantong plastik yang mereka bawa dari rumah.

Salah seorang peserta, Roslia, mengaku mendapatkan banyak inspirasi setelah mengikuti pelatihan tersebut.

“Pengabdian ini seru dan interaktif. Saya jadi memiliki gambaran untuk membuat produk lain dari plastik setelah kegiatan ini,” katanya.

FIB Unpad menilai keterampilan mendaur ulang plastik dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga melalui produk kreatif berbasis lingkungan.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Melalui kegiatan ini, FIB Unpad dan BIYA Project berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat lainnya sehingga lahir gerakan ekonomi kreatif berbasis daur ulang plastik yang berkelanjutan di Desa Cijambu. (*Red)