Jabar  

DPRD Jabar Bangga BIJB Beropereasional

Bandung, Sebelas12 – Pasca diresmikan oleh Presiden RI Jokowi 24 Mei lalu, Bandara internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat, karena merupakan Bandara terbesar Indonesia kedua setelah Bandara Soekarno Hatta-Cengkareng Tangerang.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar , H. Daddy Rohanady, mengatakan bahwa Bandara BIJB Kertajati yang digagas oleh Pemprov Jabar dan didukung penuh DPRD Jabar merupakan proyek monumental yang luar biasa dengan luas area akan mencapai 1800Ha. Perjalanannya cukup panjang dengan memakan biaya yang tidak sedikit baik dari ABPD Jabar maupun APBN.

Lebih lanjut Daddy mengatakan bahwa semula direncanakan BIJB Kertajati di jadikan embarkasi pemberangkatan Jemaah Haji 1439H/2018. Namun berhubung masih ada beberapa persyaratan dan pekerjaan yang belum selesai, kemungkinan besar batal. Namun, sejak diresmikan Bandara BIJB sudah dapat melakukan aktifitas penerbangan dan pendaratan beberapa pesawat domestik maupun internasional.

“Luas Area Bandara BIJB Kertajati saat ini baru mencapai 1.000 Ha, namun sudah dipersiapkan grand desainnya seluas 1.800Ha. Bila dilihat dari lokasinya, sungguh sangat strategis dan sangat munguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat Jabar dalam mendorong peningkatan perekomonian dan distribusi barang dan jasa,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (2/6/2018).

Menurutnya, bahwa kondisi Runway BIJB saat ini panjangnya baru mencapai 2.500 meter, masih kurang sekitar 800 meter lagi. Sehingga belum bisa digunakan sebagai embarkasi pemberangkatan Jemaah Haji 1439 H. Karena Jemaah Haji asal Jabar menggunakan pesawat Arabsaudi Airline Boing 777. Pesawat sangat besar yang membutuhkan runway minimal 3.000 meter.

“Selain itu, di area BIJB juga belum ada embarkasi haji, sehingga seluruh Jemaah haji asal Pantura dan Periangan sebelum berangkat ke Madinnah atau Mekkah harus masuk dulu ke embarkasi Bekasi. Jadi, kita juga memaklumi kalau tahun ini belum bisa dipergunakan untuk pemeberangkatan/pemulangan Jemaah haji,” katanya.

Ditambahkannya terkait dukungan infrastruktur, masih perlu ditingkatkan diantara dukungan akses jalan Non Tol dan Tol. Pagar pengamanan bandara harus segera diselesaikan, termasuk penataan kawasan disekitar Bandara BIJB, jangan sampai masyarakat di sekitar Bandara tidak dapat berusaha.

“Untuk itu kami atas nama wakil rakyat Jawa Barat bersama Pemprov Jabar merasa bangga dan bersyukur, akhirnya bandara BIJB Kertajati terwujud dan beroperasional,” katanya. (*Red)