Bandung, sebelas12.com – Lonjakan volume sampah saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Bandung memicu respons cepat dari pemerintah kota. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengerahkan 2.266 personel dan 423 armada untuk menangani peningkatan sampah yang mencapai 208 ton pada malam takbiran.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto menyebutkan, volume sampah pada malam takbiran tercatat mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan Idulfitri tahun sebelumnya.
Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan fenomena tahunan yang hampir selalu terjadi selama Ramadan hingga Lebaran. Meski demikian, kondisi penanganan sampah kini mulai berangsur kembali normal.
“Pasca Idulfitri hingga H+2, pengangkutan sampah sudah berjalan normal setelah operasional TPA Sarimukti kembali dibuka. Sebelumnya sempat terhenti saat hari H dan H+1 karena libur,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.
TPS Overload Jadi Prioritas Penanganan
Penutupan sementara TPA selama hari raya sempat menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS). Saat ini DLH memprioritaskan pembersihan di titik-titik yang mengalami kelebihan kapasitas.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus penanganan di antaranya TPS Binong, TPS Kebon Binatang di Jalan Tamansari, dan TPS Kosambi.
Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat agar proses pengangkutan sampah bisa berlangsung lebih cepat dan efektif.
Ribuan Petugas Disiagakan Selama Lebaran
DLH mencatat, pengamanan kebersihan selama periode Lebaran dilakukan secara bertahap dari H-1 hingga H+2.
Pada H-1, sebanyak 926 personel dan 127 armada disiagakan di 66 titik pantau. Saat hari H Lebaran, jumlah personel menurun menjadi 200 orang dengan 47 armada di 17 titik strategis.
Memasuki H+1, penguatan kembali dilakukan dengan 445 personel dan 115 armada di 108 titik. Sementara pada H+2, sebanyak 695 personel dan 134 armada diterjunkan di 72 titik pantau.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq menjelaskan, strategi operasional juga diperkuat dengan memajukan jadwal penyapuan jalan.
“Penyapuan dimulai sejak pukul 04.00 pagi. Targetnya pukul 06.00 jalanan Kota Bandung sudah bersih saat masyarakat mulai beraktivitas,” jelasnya.
Program Pengolahan Sampah Berbasis Warga Mulai Terlihat Dampaknya
Selain pengangkutan sampah, DLH juga menilai program pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai menunjukkan dampak positif.
Program pengolahan sampah organik di tingkat RW dan kelurahan mampu mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPS maupun ke TPA.
DLH pun mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan prinsip pengelolaan sampah dari sumber melalui konsep Reduce Reuse Recycle.
Melalui pemilahan sampah dan pengolahan organik di tingkat rumah tangga, volume sampah yang masuk ke sistem pengangkutan kota diharapkan dapat ditekan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kondisi kebersihan di Kota Bandung pasca Lebaran diproyeksikan akan segera kembali stabil. (*Red)












