Kab. Bandung, Sebelas12 – DKM Masjid Al Mujahirin dan Madjlis Dzikir dan Sholawat Al Istiqomah menggelar acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1940 H.
“Acara ini diselengarakan agar dapat mengambil hikmah dari peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” kata Ketua Panitia acara, Ustad Ajat Riana, saat memberi sambutan, yang diselenggarakan di halaman Masjid Al Mujahirin, Sabtu (6/4/2019) malam.
Sementara itu Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Mujahirin, Ustad Firman Nurhadiat juga turut memberikan sambutan, bahwa pertemuan peringatan Isra Mi’raaj ini telah diceritaakaan dalam Al qur’an jauh sebelumnya.
“Mari kita mengambil hikmah dari momentum Isra Mi’raj ini. Kita lihat apa yang ditemukan hari ini membuktikan kebenaran Al quran. Sehingga umat Islam di era teknologi sekarang ini tidak perlu minder. Pertemuan hari ini telah diceritakan dalam Al quran jauh sebelumnya, termasuk pada peristiwa Isra Mi’raj,” ungkapnya.
Ustad firman juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang sudah berkerja sama melaksanakan acara peringatan Isra Mi’raj tahun ini. Dan tidak lupa juga terimakasih kepada seluruh masyarakat dan jamaah masjid Al Muhajirin Ranca Mulya Lestari, Kab. Bandung.
Kegiatan acara ini juga selain menampilkan Mubaligh Ustad H. Abdusshobur SH.I (Ustad Akang) dari Kota Cimahi, juga menampilkan beberapa lantunan sholawat baik yang ditampilkan oleh anak-anak santri dan santriwati Masjid Al Muhajirin, juga penampilan ibu-ibu pegajian dari Madjlis Al Istiqomah.
Isi cermah yang disampaikan oleh mubaligh Ustad H. Abdusshobur (Ust Akang) menceritakan tentang perjalanan nabi pada peristiwa Isra’ Mi’raj dalam menerima tanggung jawab salat 5 waktu jauh lebih hebat dari itu, hal ini pun telah terjadi ratusan abad sebelumnya.
“Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad adalah sebuah peristiwa perjalanan. Semoga melalui momentum ini jangan lagi ada yang melakukan perbuatan sia-sia Semoga diperjalankan kembali ke jalan yang lurus,” katanya Ustad Akang, dalam ceramahnya.
Ustad Akang menambahkan, inilah hikmah luar biasa dari peristiwa tersebut, sehingga dengan pelajaran ini mubaligh berpesan, kepada umat manusia yang diberi kehidupan agar dapat membawa banyak manfaat dalam kehidupan ini. (Herly)












