Bandung, sebelas12.com – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Elton Agus Marjan, menegaskan pentingnya peran DPRD dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Kota Bandung. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Silaturahmi Dewan Keluarga Masjid (DKM) se-Kota Bandung yang digelar Bagian Kesra Setda Kota Bandung di Hotel Arion Suites Bandung, Rabu 13 Mei 2026.
Dalam kegiatan bertema “Moderasi Beragama” tersebut, Elton hadir bersama Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Bambang Qomaruzzaman Anees, untuk membahas pentingnya menjaga toleransi dan memperkuat harmoni sosial di Kota Bandung.
Menurut Elton, keberagaman agama dan aliran kepercayaan yang hidup di Kota Bandung merupakan realitas yang harus dijaga melalui kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif. Karena itu, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap program dan kebijakan pemerintah daerah berjalan sesuai prinsip kesetaraan.
“Kota Bandung dihuni oleh berbagai pemeluk agama dan aliran kepercayaan. Dengan kondisi tersebut, DPRD harus menjalankan fungsi pengawasan agar tidak terjadi diskriminasi terhadap kelompok agama maupun kepercayaan tertentu,” ujar Elton.
Fungsi Pengawasan DPRD untuk Menjaga Toleransi Beragama
Elton menjelaskan, salah satu tugas utama DPRD adalah mengawasi implementasi kebijakan dan peraturan daerah yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat, termasuk regulasi yang mengatur kerukunan umat beragama.
Menurutnya, pengawasan yang efektif diperlukan untuk memastikan seluruh warga Kota Bandung dapat menjalankan ibadah dan keyakinannya dengan aman serta memperoleh perlakuan yang sama di hadapan pemerintah.
Ia menilai, keberagaman yang ada di Kota Bandung harus dipandang sebagai kekuatan sosial yang mampu memperkokoh persatuan apabila dikelola dengan baik.
“Fungsi pengawasan DPRD sangat penting untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang merasa terpinggirkan atau mengalami perlakuan berbeda karena latar belakang agama maupun kepercayaannya,” katanya.
DPRD Dorong Dukungan Anggaran bagi Program Kerukunan
Selain fungsi pengawasan, Elton juga menyoroti peran DPRD dalam aspek penganggaran. Ia menyebut berbagai program yang mendukung penguatan hubungan antarumat beragama memerlukan dukungan anggaran yang memadai agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan, pembinaan masyarakat, hingga program yang mempererat hubungan lintas agama perlu mendapatkan perhatian dalam penyusunan anggaran daerah.
“DPRD juga menjalankan fungsi penganggaran. Berbagai program yang berkaitan dengan penguatan kerukunan umat beragama harus mendapatkan dukungan sehingga keharmonisan di tengah masyarakat dapat terus terjaga,” ujarnya.
Elton menambahkan, dukungan anggaran tersebut tidak hanya menyasar kegiatan keagamaan semata, tetapi juga program-program sosial yang mampu mempererat hubungan antarkelompok masyarakat.
Meneladani Toleransi Rasulullah dalam Kehidupan Bermasyarakat
Dalam paparannya, Elton mengajak umat Islam sebagai kelompok mayoritas untuk terus merawat keberagaman dengan meneladani sikap toleransi yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Ia menilai sejarah menunjukkan bahwa Rasulullah mengedepankan dialog, perdamaian, dan penghormatan terhadap perbedaan dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan diterapkan di era modern.
Elton mencontohkan sejumlah perjanjian damai yang dilakukan Rasulullah, termasuk Perjanjian Hudaibiyah, sebagai bukti bahwa pendekatan dialog dan toleransi mampu menciptakan stabilitas sosial yang berkelanjutan.
“Nilai-nilai toleransi yang diajarkan Rasulullah tetap relevan hingga saat ini. Sikap menghormati perbedaan dan mengutamakan perdamaian harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.
Moderasi Beragama Jadi Kunci Harmoni Kota Bandung
Melalui kegiatan silaturahmi DKM se-Kota Bandung tersebut, Elton berharap semangat moderasi beragama semakin mengakar di tengah masyarakat. Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh agama, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kerukunan di Kota Bandung.
Dengan keberagaman yang dimiliki, Kota Bandung dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk terus membangun kehidupan yang damai, toleran, dan harmonis. (*Red)











