Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat kolaborasi dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di tingkat global.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bandung dan UTB yang berlangsung di Kampus UTB, Kamis, 9 April 2026.
Kolaborasi ini melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi persaingan global yang semakin ketat dalam beberapa dekade mendatang.
“Di usia 20–21 tahun, Anda punya waktu sekitar 20 tahun untuk mematangkan diri dan menghadapi persoalan nyata. Persaingan ke depan adalah persaingan kelas dunia,” ujar Farhan.
Mahasiswa Diminta Siap Hadapi Kompetisi Global
Farhan mengingatkan, keterbukaan dunia saat ini membuat kompetisi tidak lagi terbatas pada tingkat lokal maupun nasional.
Menurutnya, generasi muda harus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, keterampilan, serta kemampuan berpikir kritis agar mampu bersaing dengan talenta dari berbagai negara.
“Kalau tidak lebih pintar, tidak lebih cerdas, tidak lebih terampil, kita akan kalah,” tegasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki rencana hidup yang jelas dan tidak hanya menjalani kehidupan tanpa arah.
Farhan berharap Kota Bandung dapat menjadi tempat lahirnya talenta-talenta terbaik yang mampu bersaing di tingkat global.
“Jangan hanya bersaing di Kota Bandung. Bersainglah dengan dunia, dan jadikan Bandung sebagai tempat lahirnya talenta terbaik Indonesia,” pesannya.
UTB Cetak Lulusan Siap Kerja di Luar Negeri
Sementara itu, Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muhammed Nasser menyampaikan bahwa UTB terus berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar global.
Saat ini, UTB memiliki sekitar 4.800 mahasiswa yang tersebar di dua fakultas, yaitu Fakultas Industri Kreatif serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Ia mengungkapkan, sekitar 200 mahasiswa UTB telah bekerja di Jepang dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp20 juta per bulan.
“Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat internasional,” ungkap Nasser.
Kolaborasi Inovasi dan Pengabdian Masyarakat
Selain fokus pada pendidikan, UTB juga aktif mengembangkan berbagai inovasi di bidang lingkungan, seperti teknologi pemilahan sampah dari hulu, alat pencacah sampah, hingga teknologi pelumer plastik yang telah dimanfaatkan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Dalam program pengabdian masyarakat, UTB juga terlibat dalam pengolahan limbah cair tahu, pembuatan kompos, serta edukasi pemilahan sampah bagi masyarakat di Kota Bandung.
Pemkot Bandung sendiri telah memberikan dukungan melalui program beasiswa pendidikan yang berjalan sejak 2016.
Hingga kini tercatat sebanyak 382 mahasiswa UTB telah menerima manfaat program tersebut dengan total bantuan mencapai sekitar Rp3,3 miliar.
Melalui kerja sama ini, pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dalam mencetak SDM unggul, inovatif, serta berdaya saing global. (*Red)










