Bandung, sebelas12.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., menghadiri undangan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam Acara Puncak Senandung Perdana yang dirangkaikan dengan peluncuran Inovasi Kalung Perak (Gerakan Lindungi Perempuan dan Anak), di Hotel Horison, Bandung, Rabu 3 Desember 2025.
Inovasi Kalung Perak merupakan program Pemerintah Kota Bandung yang diinisiasi untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui pendekatan edukatif, sosial, serta mekanisme respons cepat terhadap potensi kekerasan dan kerentanan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Toni Wijaya menegaskan bahwa DPRD Kota Bandung berkomitmen mendukung setiap program inovatif pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak perempuan dan anak.
“Perempuan dan anak adalah kelompok yang harus mendapatkan perlindungan maksimal. Inovasi Kalung Perak ini menjadi bukti nyata komitmen Kota Bandung dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan mereka,” ujar Toni.
Ia menilai Kalung Perak sebagai langkah progresif yang tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
Toni juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga perlindungan masyarakat, hingga komunitas sosial, yang telah berkontribusi aktif dalam merancang dan menjalankan program tersebut.
“Kolaborasi menjadi kunci. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan semua pihak. DPRD tentu akan terus mengawal agar program perlindungan perempuan dan anak ini berkelanjutan dan berdampak nyata,” katanya.
Acara Puncak Senandung Perdana menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Bandung dalam menegaskan komitmen terhadap pencegahan kekerasan serta peningkatan layanan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian seni, edukasi, dan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan, kesejahteraan, serta hak-hak perempuan dan anak di lingkungan sosial.
Melalui agenda tersebut, Toni berharap masyarakat semakin memahami peran aktif mereka dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung penuh gerakan perlindungan perempuan dan anak yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Bandung. (*Red)











