Home Jabar Terkait Rekrutmen Calon Polri, Polda Jabar Akan Berikan Sanksi Kode Etik dan Pidana Terhadap Oknum Polisi

Terkait Rekrutmen Calon Polri, Polda Jabar Akan Berikan Sanksi Kode Etik dan Pidana Terhadap Oknum Polisi

by Admin
Terkait Rekrutmen Calon Polri, Polda Jabar Akan Berikan Sanksi Kode Etik dan Pidana Terhadap Oknum Polisi

Bandung, sebelas12.com – Berawal dari Laporan Polisi (LP) atas nama Wahidin yang berprofesi sebagai tukang bubur ayam ini, tertipu ratusan juta rupiah terkait rekruitmen calon polri yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial N, yang beralamat di Jakarta.

Sejak kejadian, korban telah meminta pertanggungjawaban terhadap SW yang menjadi perantara terhadap N, namun tidak juga mendapatkan penyelesaian, dimana akhirnya dilaporkan ke Polsek Mundu pada tanggal 22 Agustus 2021, namun setelah dilaporkan ternyata laporannya tidak dituntaskan oleh Kapolsek yg notabene adalah SW. Wahidin menyebutkan, laporan dengan terlapor NH tersebut digantung (palsu), hingga tahun 2023 dirinya mengadu ke law firm Harum NS.

Karena adanya kendala penyidikan yang timbul karena LP yang di buat tersebut, ditunda prosesnya oleh Kapolsek (SW), akhirnya proses sidik kasus tersebut ditarik ke Polres tanggal 26 Agustus 2022.

Sehingga progres kasusnya baru ditangani di Polres tanggal 5 September 2022, namun timbul kendala lagi dimana saat panggilan pemeriksaan pelaku inisial N tidak memenuhi panggilan, hingga dikeluarkan SP ke 2 dan tersangka dicari, dan ditemukan pada tanggal 17 Mei 2023 untuk dilakukan pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Ibrahim Tompo, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menangani kasus tersebut, progres kasusnya sekarang sudah tahap penyidikan dengan pemeriksaan saksi sebanyak 4 orang.

“Untuk laporan di propamnya sendiri dilaporkan pada tanggal 23 Februari 2023 dan juga sementara berproses, namun karena ini terkait dengan pidana sehingga sidang kode etiknya dilaksanakan menunggu hasil putusan pidananya, kita menyikapi secara tegas dan obyektif,” tuturnya.

“Saat ini Saudara SW sendiri sudah dimutasi dari Polsek Mundu dan saat ini menjalani pemeriksaan pidana maupun kode etik,” ujar Kabid Humas Polda Jabar.

“Sangat disayangkan sekali dengan adanya kejadian seperti ini, sehingga menjadikan penerimaan Polri sebagai modus untuk penipuan, karena proses rekruitmen itu sendiri sistemnya sangat ketat dan tidak bisa ditembus atau dipengaruhi oleh siapa pun,” imbuhnya.

Kabid Humas Polda Jabar juga menambahkan, jika ada yang menjanjikan bisa mengurus masuk Polri, dapat dipastikan bahwa itu semua bohong dan tidak benar dan bisa dipastikan bahwa itu merupakan upaya penipuan.

“Kita tidak mentolerir kejadian seperti ini, sehingga yang bersangkutan kita tindak tegas dan obyektif sesuai norma hukum yang ada,” tegasnya.

Ibrahim Tompo mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mau percaya dengan orang-orang yang menjanjikan pengurusan masuk Polri. (*Red)

Related Posts

Leave a Comment