Lonjakan Wisatawan Nataru Dongkrak Okupansi Hotel Bandung hingga 100 Persen

Lonjakan Wisatawan Nataru Dongkrak Okupansi Hotel Bandung hingga 100 Persen

Bandung, sebelas12.com – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 berdampak signifikan terhadap sektor perhotelan dan ekonomi lokal. Sejumlah hotel di pusat kota bahkan mencatatkan tingkat okupansi hingga 100 persen selama periode libur akhir tahun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyampaikan bahwa total kunjungan wisatawan selama masa Nataru melampaui target awal yang telah ditetapkan.

Berdasarkan prediksi awal dari kepolisian dan data kendaraan yang masuk ke Kota Bandung, jumlah wisatawan diperkirakan mencapai sekitar 4,5 juta orang. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan angka kunjungan yang jauh lebih tinggi dan mencapai hampir dua kali lipat dari target semula.

Perhitungan tersebut mencakup periode sejak 25 Desember 2025, termasuk libur akhir pekan sebelumnya, sehingga total masa kunjungan berlangsung sekitar 10 hari.

“Ternyata realisasinya melampaui proyeksi awal. Ini menunjukkan minat wisata ke Kota Bandung masih sangat tinggi,” ujar Adi.

Tingginya arus wisatawan tercermin dari tingkat hunian hotel. Dari 15 hotel yang dipantau Disbudpar, hotel-hotel yang berada di kawasan pusat kota, khususnya sekitar Alun-alun Bandung, melaporkan okupansi penuh selama puncak libur Nataru.

Sementara itu, hotel yang berlokasi di luar pusat kota mencatat tingkat hunian berkisar antara 60 hingga 80 persen.

Adi menjelaskan, tingginya kunjungan wisatawan ke Bandung dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya menurunnya jumlah wisatawan di beberapa destinasi lain, seperti Bali. Kondisi tersebut mendorong wisatawan, khususnya dari wilayah Jabodetabek, memilih Kota Bandung sebagai destinasi yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Selain berdampak pada sektor perhotelan, lonjakan wisatawan juga dinilai memberikan efek berantai terhadap sektor lain, seperti kuliner, transportasi, dan pelaku usaha pariwisata.

Terkait target kunjungan wisata pada tahun berikutnya, Disbudpar Kota Bandung akan melakukan evaluasi berbasis data, termasuk asal wisatawan dan destinasi yang paling diminati selama Nataru.

“Setelah seluruh data terhimpun, baru kami susun proyeksi yang lebih akurat untuk target tahun depan,” kata Adi.

Dengan capaian kunjungan wisata yang melampaui target, Pemerintah Kota Bandung optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. (*Red)