Kadisdik Jabar Tegaskan Pengawas Sekolah Harus Mampu Bertransformasi!

Kadisdik Jabar Tegaskan Pengawas Sekolah Harus Mampu Bertransformasi!
Kadsidik Jabar, Purwanto, saat membina ratusan Pengawas SMA, SMK, dan SLB Jabar di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (7/8/2025).

Bandung, sebelas12.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto menegaskan bahwa pengawas sekolah harus mampu bertransformasi, saat membina ratusan Pengawas SMA, SMK, dan SLB Jabar di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis 7 Agustus 2025.

“Pengawas harus bisa menjadi pendamping yang bisa bekerja sama dengan kepala sekolah untuk melakukan perubahan dan bertransformasi,” ujarnya.

Purwanto menambahkan, salah satu caranya yaitu dengan piawai beradaptasi dengan cara kerja saat ini.

“Pak Gubernur sering keliling ke sekolah dan tahu apa yang kurang baik di sekolah. Tugas kita adalah mampu beradaptasi dengan cara kerja seperti itu. Untuk Bapak dan Ibu, berarti harus bisa beradaptasi dengan gaya kepala sekolah,” terangnya.

Purwanto menerangkan, sebab evaluasi dari Gubernur tentang sekolah itu benar adanya, salah satunya terkait kebersihan lingkungan sekolah yang kurang terperhatikan. Sehingga, selain mendorong pihak sekolah, Kadisdik juga mendorong peran aktif pengawas sekolah untuk melakukan pengawasan dan pendampingan.

“Bapak dan Ibu harus lakukan pendampingan ke sekolah terhadap manajerial yang ada. Jika ada yang enggak wajar, betulkan! Lalu, fokuskan anak-anak untuk pendidikan cinta lingkungan, kesadaran ekologi, dan kesadaran sosial. Kreativitas dan kesiapan menghadapi tantangan adalah kunci,” katanya.

Purwanto pun mengajak pengawas sekolah agar mampu menjadi “teman baik” para guru agar bisa fokus dan tetap semangat menjalankan tugas.

“Fokus utama kita adalah pembelajaran. Pelaksana pembelajaran adalah guru, nah mereka harus didampingi oleh pengawas,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga mendorong pengawas sekolah untuk menjadi bagian penting dalam implementasi pendidikan Panca Waluya di satuan pendidikan.

“Gapura Panca Waluya bukan hal yang asing. Ia adalah cerminan filosofi Sunda menuju kesejahteraan yang memiliki nilai kebangsaan dan kultural yang kuat,” paparnya.

Dalam waktu dekat, Disdik Jabar akan menggelar Anugerah Gapura Panca Waluya untuk satuan pendidikan sebagai bentuk apresiasi atas praktik yang telah dilakukan dan sejalan dengan nilai-nilai tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Jabar, Firman Oktora; Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jabar, Edy Purwanto serta 275 pengawas sekolah. Adapun yang menjadi narasumber pada pembinaan tersebut adalah Mochammad Irvan Efrizal dari Self Learning Institute dan dosen Universitas Parahyangan, Indra Zaka Permana. (*Red)