Medan, sebelas12.com – Bukan hanya strategi, tetapi manajemen fisik dan mental pemain menjadi kunci bagi Bandung bjb Tandamata jelang duel melawan Jakarta Electric PLN. Pertandingan lanjutan putaran pertama Proliga 2026 itu akan digelar di GOR Voli Indoor Sumatera Utara, Sport Center, Deli Serdang, Sabtu (17/01/26), pukul 16.00 WIB, kurang dari 24 jam setelah Bandung bjb Tandamata menuntaskan laga kontra Medan Falcons.
Kondisi jadwal yang padat membuat pelatih Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang Matulessy, harus berpikir lebih jauh dari sekadar menyusun formasi terbaik. Rotasi pemain dan pengelolaan menit bermain menjadi perhatian utama agar tim tetap bugar saat menghadapi Electric yang dikenal memiliki kekuatan serangan agresif.
Kemenangan 3-0 atas Medan Falcons, Jumat (16/01/26) malam, menjadi pijakan awal yang krusial. Selain memberi tambahan poin, laga tersebut dimanfaatkan Risco untuk menguji kedalaman skuad, terutama melalui pengaturan peran dua outside hitter asing, Sonaly Cidrao dan Anastasia Guerra.
“Kami harus pintar mengatur tenaga karena jarak pertandingan sangat mepet. Jadi bukan hanya soal menang, tapi bagaimana kondisi pemain tetap terjaga untuk laga berikutnya,” ujar Risco.
Menurutnya, kemenangan atas Falcons bukan sekadar hasil, melainkan sarana mengembalikan ritme permainan dan kepercayaan diri tim yang sempat terganggu usai kekalahan di seri Pontianak. Dari laga tersebut, Risco melihat progres positif, terutama dalam kekompakan dan respons pemain saat berada dalam tekanan.
Hal itu terlihat di set ketiga saat menghadapi Falcons. Meski sempat tertinggal, para pemain Bandung bjb Tandamata mampu bangkit dan mengunci kemenangan dengan skor 25-20. Situasi tersebut dinilai Risco sebagai cerminan kesiapan mental timnya menghadapi laga berat berikutnya.
“Anak-anak menunjukkan kedewasaan bermain. Walaupun ada pemain muda seperti Calista Maya, tapi secara mental sudah cukup kuat. Mereka tidak panik saat tertinggal,” kata Risco.
Namun tantangan sesungguhnya menanti saat menghadapi Jakarta Electric PLN. Lawan memiliki dua mesin poin paling produktif sejauh Proliga 2026, Neriman Ozsoy dan Celeste Plak, yang kerap menjadi penentu di momen krusial.
Bagi Anastasia Guerra, tekanan tersebut justru menjadi motivasi tambahan. Pemain asal Amerika Serikat itu menilai pertandingan dengan intensitas tinggi sebagai bagian dari tanggung jawab pemain profesional.
“Bermain di bawah tekanan berarti kita dipercaya. Kami hanya perlu percaya pada kekuatan tim dan menikmati permainan. Jika kami kompak, kami bisa melakukan hal besar musim ini,” ujar Ana.
Sementara itu, Calista Maya menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan tim di tengah jadwal yang menguras fisik. Dukungan suporter, meski bermain jauh dari kandang, dinilainya memberi energi tambahan bagi tim.
“Semoga melawan Electric kami bisa lebih kompak dan bermain lebih baik lagi,” tutup Calista. (*Red)






