Bandung, sebelas12.com – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menghadiri kegiatan pertunjukan Art For Palestine bertajuk “Air Mata, Mata Air Gaza” yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam Bandung Bersatu (FUIBB) di Padepokan Mayang Sunda, Sabtu 29 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Edwin Senjaya yang akrab disapa Kang Edwin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya aksi solidaritas bela Palestina yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, seniman, hingga komunitas kemanusiaan.
“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada FUIBB di bawah pimpinan K.H. Ruslan Abdulgani beserta seluruh jajaran, serta semua pihak yang telah men-support dan menyukseskan kegiatan ini,” ujar Kang Edwin.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap rakyat Palestina tidak boleh terputus, mengingat kondisi kemanusiaan di Gaza dan wilayah Palestina lainnya hingga kini masih sangat memprihatinkan.
Menurutnya, bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Kota Bandung, harus terus mengambil peran dalam memberikan dukungan, baik secara moral maupun kemanusiaan.
“Intinya, kita tidak boleh berhenti memberikan perhatian dan dukungan kepada saudara-saudara kita di Palestina. Apa pun yang bisa kita lakukan harus terus dilakukan, mulai dari bersuara memberikan dukungan moral, pembelaan kemanusiaan, donasi, hingga doa,” tegasnya.
Kang Edwin juga menambahkan bahwa konsistensi rakyat Indonesia dalam menyuarakan isu kemanusiaan Palestina memiliki arti penting dalam mendorong perhatian dunia internasional terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Ia berharap kegiatan solidaritas seperti Art For Palestine ini tidak hanya menjadi wadah kepedulian global, tetapi juga mampu memperkuat persatuan umat Islam serta meningkatkan kerukunan dan kebersamaan masyarakat di Kota Bandung.
“Saya berharap umat Islam di Kota Bandung semakin guyub, bersatu, dan memperkuat ukhuwah. Selain mendukung Palestina, kita juga harus bersama-sama menjaga dan membangun Kota Bandung yang kita cintai. Silih asah, silih asih, silih asuh, silih wangiken; panceg dina galur; akur jeung dulur; babarengan ngajaga lembur,” pungkasnya. (*Red)











