DPRD Kota Bandung Soroti Tingkat Kemiskinan Bojongloa Kaler dalam Musrenbang RKPD 2026

DPRD Kota Bandung Soroti Tingkat Kemiskinan Bojongloa Kaler dalam Musrenbang RKPD 2026
Anggota DPRD Kota Bandung menghadiri kegiatan Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Bojongloa Kaler Tahun 2026, Senin, 9 Februari 2026. (Satria/Humpro DPRD Kota Bandung)

Bandung, sebelas12.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tingkat Kecamatan Bojongloa Kaler Tahun 2026, Senin (9/2/2026). Forum ini menjadi momentum penting untuk menyoroti tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut.

Kegiatan yang digelar di Kota Bandung itu dihadiri Christian Julianto Budiman, H. Soni Daniswara, S.E., Agus Hermawan, S.A.P., serta Andri Gunawan, S.Ak., S.M., bersama unsur pemerintah dan perwakilan masyarakat.

Data Laci RW: Bojongloa Kaler Masuk Zona Kemiskinan Tertinggi

Dalam forum tersebut, Soni Daniswara mengungkapkan data Laci RW (Layanan Catatan dan Informasi Rukun Warga) yang menunjukkan bahwa Bojongloa Kaler menjadi kecamatan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Kota Bandung.

“Dari data ini, harus menjadi perhatian kita semua. Upaya dan ikhtiar harus dilakukan supaya bisa keluar dari zona tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, Musrenbang tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi harus melahirkan kebijakan konkret yang mampu menekan angka kemiskinan secara bertahap dan terukur.

Kampung Toleransi Jadi Potensi Wisata Unggulan

Sementara itu, Christian Julianto Budiman menilai tema RKPD tahun ini menantang seluruh pemangku kepentingan untuk lebih kreatif dalam menggali potensi wilayah.

Menurutnya, sektor pariwisata tidak melulu soal hiburan, tetapi juga dapat berbasis nilai sosial dan budaya. Ia mencontohkan Kampung Toleransi di Bojongloa Kaler yang memiliki keunikan dan bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

“Pariwisata kota bukan sekadar senang-senang. Kampung toleransi yang terdapat di Bojongloa Kaler bisa menjadi daya tarik wisata karena memiliki keunikan tersendiri,” katanya.

Dorong UMKM dan Pelatihan Keterampilan

Agus Hermawan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan angka kemiskinan, terutama melalui penguatan UMKM kreatif. Menurutnya, pelatihan keterampilan harus diperbanyak agar masyarakat memiliki daya saing ekonomi.

“UMKM kreatif perlu kita akomodir dengan pelatihan-pelatihan yang menunjang keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Andri Gunawan menambahkan bahwa Musrenbang selaras dengan filosofi masyarakat Sunda yang mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal dalam menyelesaikan persoalan.

“Orang Sunda menyelesaikan persoalan sesuai dengan kearifan lokal yang berlaku. Kesejahteraan pegawai juga perlu menjadi perhatian agar pelayanan kepada warga semakin optimal,” katanya.

DPRD Kawal 145 Usulan Pembangunan

Dalam Musrenbang RKPD 2026 ini, DPRD Kota Bandung menyatakan akan mengawal 145 usulan yang berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). DPRD juga mengimbau agar proses penentuan pelaksana kegiatan dilakukan secara hati-hati dan profesional demi menjamin kualitas pembangunan.

Dengan sorotan terhadap tingginya tingkat kemiskinan di Bojongloa Kaler, DPRD berharap Musrenbang tahun ini benar-benar menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, penguatan UMKM, serta pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*Red)