Bandung, sebelas12.com – Sistem pengangkutan sampah di Bandung mulai kembali normal setelah pengiriman ke TPA Sarimukti dibuka kembali pada H+2 Idulfitri 1447 Hijriah. Momentum ini dimanfaatkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung (DLH) untuk mempercepat penanganan sampah di berbagai titik yang sempat tertahan selama libur Lebaran.
Sebanyak 1.025 personel diterjunkan untuk membersihkan 71 titik pantau di seluruh wilayah kota pada Senin, 23 Maret 2026. Penanganan difokuskan pada kawasan dengan aktivitas masyarakat tinggi seperti pusat kota, destinasi wisata, pasar, serta ruas jalan utama.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, pengiriman sampah sempat terhenti pada Hari H dan H+1 Lebaran karena operasional TPA Sarimukti ditutup sementara.
“Pada Hari H TPA tutup, kemudian H+1 karena hari Minggu memang tidak menerima kiriman sampah. Baru pada H+2 kita sudah bisa kirim kembali ke Sarimukti,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
DLH Kerahkan Lebih dari Seribu Personel
Untuk mempercepat pemulihan sistem pengangkutan sampah, DLH mengerahkan 619 petugas penyapu dan 406 petugas angkutan. Mereka didukung 134 unit armada yang terdiri dari 66 truk, 7 pikap, 57 motor sampah, 2 road sweeper, serta 2 alat berat.
Selain itu, DLH juga melakukan pemantauan aktif di 66 titik strategis yang tersebar di berbagai kawasan kota, termasuk di area wisata seperti Alun-Alun Bandung, Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, dan Lapangan Gasibu yang mengalami peningkatan kunjungan wisatawan.
Menurut Salman, meningkatnya aktivitas wisata selama libur Lebaran turut memengaruhi volume sampah di kawasan pusat kota.
“Secara visual memang ada peningkatan karena kunjungan wisatawan cukup tinggi, terutama di Asia Afrika dan Braga yang sampai malam masih ramai,” katanya.
Penanganan Sampah Belum Sepenuhnya Tuntas
Meski pengangkutan sudah kembali berjalan, DLH mengakui penanganan sampah pada H+2 belum sepenuhnya selesai. Hal ini disebabkan adanya pembatasan kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti, sehingga tidak semua Tempat Penampungan Sementara (TPS) dapat langsung dibersihkan secara menyeluruh.
Namun demikian, DLH memastikan kondisi sampah tetap terkendali agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Yang penting tidak meluber ke jalan dan tidak mengganggu lalu lintas. Jadi kita kendalikan supaya tetap aman,” jelas Salman.
Tim Taktis dan Dukungan Gaslah-Gober Dikerahkan
Untuk mengantisipasi potensi penumpukan di titik tertentu, DLH juga menurunkan tim taktis berjumlah 25 personel dengan dukungan armada truk, pikap, motor sampah, road sweeper, hingga alat berat.
Penanganan sampah turut diperkuat oleh personel Gaslah dan Gober yang mulai kembali beroperasi di sejumlah wilayah, meski belum sepenuhnya optimal karena masih dalam suasana libur Lebaran.
Selain itu, fasilitas pengolahan sampah juga mulai kembali berjalan, seperti di TPST Babakan Siliwangi serta fasilitas pengolahan di Gedebage.
Di Gedebage sendiri tercatat telah menerima sekitar 8 ton input sampah untuk diproses lebih lanjut.
DLH Targetkan Kondisi Kebersihan Segera Pulih
Memasuki H+3 Lebaran, DLH menargetkan 80–85 persen personel sudah kembali bekerja seperti biasa sehingga penanganan sampah dapat berlangsung lebih optimal.
Fokus berikutnya adalah melakukan penyisiran terhadap titik pembuangan sampah liar yang muncul selama periode Lebaran.
“Kita akan menyisir titik-titik yang tiba-tiba menjadi tempat buang sampah liar. Kalau dibiarkan, itu bisa memicu timbulan sampah yang lebih besar,” ujar Salman.
DLH mencatat, volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau sekitar 208 ton, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, penanganan sampah dari H-1 hingga H+2 Lebaran melibatkan 263 titik pantau, 2.266 personel, dan 423 armada. Dengan kembali normalnya pengangkutan ke TPA serta dukungan berbagai pihak, DLH optimistis kondisi kebersihan Kota Bandung akan terus membaik pascalebaran. (*Red)












