Bandung, sebelas12.com – Realisasi investasi di Kota Bandung sepanjang 2025 menunjukkan kinerja positif. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan nilai investasi yang masuk mencapai Rp11,92 triliun atau 107,61 persen dari target Rp11,07 triliun.
Capaian tersebut disampaikan Farhan saat memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung pada Senin, 30 Maret 2026.
Menurut Farhan, tingginya realisasi investasi menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Bandung.
“Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa iklim investasi di Kota Bandung semakin kondusif dan mampu menarik minat investor,” ujar Farhan.
Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Lampaui Target
Selain sektor investasi, kinerja ekonomi Kota Bandung pada 2025 juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,1 persen.
Farhan menilai capaian tersebut menunjukkan ekonomi kota tetap kuat dan adaptif, meskipun struktur ekonomi Bandung lebih didominasi sektor jasa dan konsumsi.
“Ini menunjukkan ekonomi kota tetap kuat dan adaptif,” katanya.
Pendapatan Daerah Capai Rp7,2 Triliun
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan Kota Bandung pada 2025 mencapai Rp7,207 triliun atau 95,11 persen dari target Rp7,577 triliun.
Pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,791 triliun atau 91,46 persen dari target, pendapatan transfer Rp3,367 triliun atau 98,13 persen, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah yang terealisasi 100 persen.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp7,490 triliun atau 89,73 persen dari total anggaran Rp8,347 triliun.
IPM Kota Bandung Masuk Kategori Tinggi
Dalam sektor pembangunan manusia, Farhan menyebut capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung mencapai 84,66 poin dan masuk kategori tinggi.
Angka tersebut juga melampaui rata-rata provinsi di Jawa Barat maupun tingkat nasional yang berada di angka 75,90.
Sejumlah indikator pendukung turut menunjukkan tren positif, di antaranya usia harapan hidup mencapai 76,30 tahun, rata-rata lama sekolah 11,41 tahun, harapan lama sekolah 14,27 tahun, serta pengeluaran per kapita sebesar Rp19,28 juta per tahun.
Capaian Lingkungan dan Tata Kelola Pemerintahan
Di sektor lingkungan, capaian juga terbilang signifikan. Penurunan emisi karbon tercatat mencapai 194.150 ton CO₂ ekuivalen atau 270,44 persen dari target.
Selain itu, indeks kualitas lingkungan hidup mencapai 58,42 atau melampaui target, sedangkan indeks kelayakan kota berada pada angka 8,34 poin.
Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung akan terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan inovatif, serta mendorong pembangunan kota yang inklusif melalui penguatan ekonomi kreatif dan digitalisasi.
Ia berharap penyampaian LKPJ tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama antara pemerintah daerah dan DPRD untuk meningkatkan kualitas pembangunan di masa mendatang. (*Red)












