RAT Tepat Waktu Dinilai Jadi Kunci Koperasi Sehat, Jasa Pena Karya Balarea Tuai Apresiasi

RAT Tepat Waktu Dinilai Jadi Kunci Koperasi Sehat, Jasa Pena Karya Balarea Tuai Apresiasi

Bandung, sebelas12.com – Kepatuhan terhadap tata kelola dan konsistensi menjalankan kewajiban organisasi dinilai menjadi kunci utama kesehatan koperasi. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Jasa Pena Karya Balarea yang digelar di Villa Pasir Madur, Ciparay, Kabupaten Bandung, Minggu 4 Januari 2026.

Koperasi yang beranggotakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung tersebut mendapat apresiasi karena mampu menyelenggarakan RAT tepat waktu di awal tahun 2026, di tengah masih banyaknya koperasi yang belum melaksanakan kewajiban serupa.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bandung, Dr. H. Usep Sumarno, menegaskan bahwa RAT merupakan indikator penting dalam menilai kualitas tata kelola sebuah koperasi.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang menjadikan RAT sebagai forum utama pengambilan keputusan. Di sinilah prinsip musyawarah, transparansi, dan akuntabilitas dijalankan,” kata Usep.

Ia menyebutkan, dari sekitar 1.200 koperasi yang terdaftar di Kota Bandung, hanya sebagian kecil yang konsisten melaksanakan RAT secara rutin dan tepat waktu.

Dalam RAT tersebut, pengurus Koperasi Jasa Pena Karya Balarea menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan koperasi selama Tahun Anggaran 2025, sekaligus membahas program kerja dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

Ketua Koperasi Jasa Pena Karya Balarea, Herri Gunawan, mengatakan RAT menjadi ruang evaluasi terbuka antara pengurus dan anggota.

“Semua kebijakan dan kinerja kami laporkan secara transparan. RAT adalah sarana kontrol anggota terhadap pengurus,” ujarnya.

RAT juga dihadiri mantan Wali Kota Bandung periode 2003–2013, Dr. H. Dada Rosada. Ia mendorong agar koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan internal, tetapi juga memberikan kontribusi sosial.

“Koperasi harus tumbuh bersama masyarakat. Manfaatnya idealnya bisa dirasakan lebih luas, minimal oleh lingkungan sekitar,” ujar Dada.

Sementara itu, Ketua Pokja PWI Kota Bandung, Zaenal Ihsan, menilai keberhasilan koperasi tidak semata diukur dari nilai SHU.

“Yang lebih utama adalah kepatuhan terhadap aturan dan konsistensi dalam menjalankan tata kelola organisasi. Itulah fondasi keberlanjutan koperasi,” katanya.

Pelaksanaan RAT Koperasi Jasa Pena Karya Balarea dinilai menjadi contoh praktik baik bagi koperasi lain di Kota Bandung dalam membangun kepercayaan anggota dan menjaga keberlangsungan lembaga.

Kegiatan RAT ditutup dengan acara mancing balarea sebagai bentuk penguatan silaturahmi antaranggota koperasi. (*Red)