Jabar  

Komisi III DPRD Jabar Sorot Kinerja BUMD Pemprov Jabar

Bandung, Sebelas12 – Minimnya aset serta mis manajemen disebutkan Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, faktor penyebab belum optimalnya kinerja dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ada beberapa BUMD yang memang harus kita perbaiki,  kita optimis pada perbaikan kedepannya akan bisa memperbaiki BUMD di Jawa Barat,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, drg. Hj. Is Budi Widuri S, MM, Selasa (7/5/2019).

Ia menambahkan, mengenai permasalahan yang dialami oleh beberapa BUMD disebabakan oleh sulitnya penggunaan aset dan terjadinya mis manajemen. “Permasalahan utama BUMD di Jabar, kalau saya lihat ada masalah aset yang belum bisa dicairkan sehingga ada kekurangan dan mis manajemen sehingga kurang bisa mendapatkan hasil yang optimal,” katanya.

Ia menambahkan, terkait belum efektifnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka disebabkan oleh belum tersedianya akses menuju bandara tersebut. Menurutnya persoalan akses tersebut berpengaruh besar terhadap animo masyarakat, sehingga mayoritas masyarakat Jawa Barat belum dapat beralih menggunakan BIJB.

“BIJB tidak optimal adalah kurangnya kerjasama dalam segi infrastruktur terutama akses menuju BIJB (tol dan kereta) yang belum bisa mencapai area BIJB. Kita harus mencontoh Medan (Bandara Kualanamu), kereta api baik jalan ada khusus ke bandara,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Hilman Sukiman mendorong BUMD Jawa Barat untuk fokus meningkatkan kinerjanya. Sehingga target deviden yang telah direncanakan dapat terpenuhi. Selain itu ia pun menilai saat ini BUMD harus melakukan inovasi terkait pelayanan kepada masyarakat.

Hilman menjelaskan, hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur akhir Tahun 2018 sudah cukup baik. Namun ia memberikan catatan terkait peningkatan kinerja BUMD di Jawa Barat harus terus ditingkatkan terutama dari segi investasi.

“Penanaman modal dan sebagainya harus ada peningkatan yang lebih jauh, apalagi BUMD yang disinyalir belum ada BUMD yang memberikan deviden,” kata Hilman.

BUMD di Jawa Barat, lanjut Hilman, harus melakukan banyak inovasi terutama dari sisi pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Perlu kita perbaiki bersama dan  harapan kita adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk apapun,” pungkasnya. (*Red)