Cimahi, sebelas12.com – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menggelar acara Sosialisasi Pembinaan Pengelolaan Pasar Rakyat Kota Cimahi, bertempat di Cimahi Technopark, Jl. Raya Baros No 78, Kota Cimahi, Rabu, 13 juli 2022.
Mewakili Plt Wali Kota Cimahi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cimahi, Drs. Achmad Nuryana, mengatakan, dalam pembangunan sektor perdagangan salah satu prioritas yang dikembangkan oleh pemerintah daerah adalah pembangunan pasar tradisional.
“Pasar tradisional memiliki fungsi dan peran yang sangat strategis, khususnya untuk meningkatkan perdagangan dalam daerah, sehingga Pemerintah memang perlu dan tetap mempertahankan keberadaan pasar tradisional dan melakukan zonasi pasar,” katanya.
Achmad menambahkan, yang tidak kalah pentingnya dalam proses pengembangan pasar tradisional adalah bagaimana cara mengelola managemen pasar tradisional.
“Dengan managemen yang baik, Insya Allah bisa meningkatkan kualitas pasar tradisional yang pada akhirnya juga akan dapat menguntungkan pedagang,” tambahnya.
Selain itu, ia juga meminta agar pasar tradisional harus fokus pada peningkatan mutu dan kualitas dagangan yang diperjualbelikan, termasuk ukuran, takaran serta peralatan yang memenuhi standar.

“Jika semua ini dapat terlaksana dengan baik, maka pasar tradisional diyakini tidak akan kalah bersaing dengan pasar modern, karena minat konsumen berbelanja ke pasar tradisional masih tinggi,” katanya.
“Dengan kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar kepada kita semua dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan pasar rakyat,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Dagkoperin Cimahi, Dadan Darmawan, S.Sos., M.Si, mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan daya saing antara pasar rakyat, menciptakan kenyamanan, meningkatkan omset para pedagang.
Dijelaskan Dadan, bahwa sekarang Pasar Atas Cimahi sudah mulai melakukan Digitalisasi Pasar Rakyat, yaitu transaksi sudah bisa melalui barcode.
“Agar lebih praktis, jadi masyarakat kalau mau ke pasar cuma bawa handphone untuk transaksi,” katanya.
Harapan Dadan Darmawan dengan kegiatan sosialisasi ini agar semua pasar tradisional di Kota Cimahi sudah bisa melakukan transaksi secara digitalisasi.
Hadir pada kegiatan sosialisasi, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cimahi, Drs. Achmad Nuryana, Kepala Dinas Dagkoperin Cimahi, Dadan Darmawan, S.Sos, M.Si, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perindustrian, Sri Wahyuni,SE, M.Si, Kasubag TU UPTD Pasar Kota Cimahi pada Disdagkoperin Kota Cimahi, Andri Gunawan serta tamu undangan. (*Red)












